Short Skirt and No Jacket

Setiap kali saya naik motor, entah itu pagi berangkat ke kampus, siang hari bolong yang panasnya minta ampun, atau malam ketika ransel saya pun pelu ditaruh di depan dada biar nggak dingin, saya selalu heran, takjub, dan kagum, dengan para wanita yang dengan santai dan rileks yang luar biasa, naek motor (dibonceng cowoknya), tetapi hanya mengenakan pakaian berupa kaos tipis (yang beberapa nyaris transparan), plus dipasangkan dengan celana pendek yang keterlaluan pendeknya.

Kenapa? Kalau siang, saya mikir, bingung apa mereka nggak takut kulitnya gosong ya, karena setahu saya wanita zaman sekarang sangat memikirkan hal ini. Lha saya aja yang cowok pun mikir. Soalnya sekarang pun kulit lengan saya udah belang 3 lapis :P , mulai dari yang ketutupan lengan baju, bawahnya sampai pergelangan yang ketutup lengan jaket, terus sisanya yang cuma kadang-kadang ketutupan sarung tangan, hehehe….

Nah, kalau malam hari juga apa ya nggak dingin? Memangnya cukup hangat ya dengan memeluk si cowoknya? :D

Salut buat anda para wanita :D

Kelok

Ehm..

My first post, dan entah blog keberapa yang saya buat (semoga ga terlantar lagi).

Kenapa saya bikin blog? Karena saya ingin menulis. Tapi saya menulis disini bukan karena saya memang mutlak memiliki pandangan yang tertuang disini (bingung? saya juga ). Beberapa waktu belakangan ini, semenjak kuliah saya selalu berhati-hati dalam berucap (berkomen, berfacebook, bersms, dan sebagainya) karena saya cenderung menghindari konflik, selain lagipula tak terlalu penting juga bagi saya hasil dari ucapan itu, reaksi yang mendengar, ataupun bahkan tak ada efek apa-apa, tak ada perubahan atau perbaikan nasib bagi saya :) .

Tapi sepertinya sekarang saya sedang menyadari sesuatu. mungkin salah, tapi itu berarti mungkin benar :D .

Saya sedang berpikir, bahwa tak selamanya otak kita lurus-lurus saja dalam berpikir. Mungkin agak berkelak-kelok, dimana saya ingin menyebutnya dengan “pikiran-pikiran liar” (bukan imajinasi iar, kayaknya negatif gimana gitu), yang sayang kalau dibiarkan lari begitu saja. Sekedar untuk intermezzo, atau sekalian untuk perbandingan, refleksi, karena tak selamanya apa yang kita anggap baik (sekarang) itu ternyata baik, dan tak selamanya apa yang dianggap baik menurut sistem (baca: masyarakat) itu baik. Jadi tak apalah kalau saya tulis sebagai referensi. Jika anda mau membaca-baca tulisan saya itu, silakan tapi dengan syarat, ini blog gue, terserah gue mau nulis apa, suka ya baca ga suka ya close aja tabnya :P .

Haha, ga dhink. Silakan2, tapi ya itu tadi, tidak selamanya yang saya ungkapkan di sini merefleksikan pendapat saya sepenuhnya. Bisa jadi pandangan saya A, tapi saya terbersit pikiran, dan agumen2 untuk mendukung B. Saya tetap berpandangan A, tetapi saya ingin menulis B. Sekedar bahan perbandingan aja.

Tulisan ini terlalu serius ya?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.